Minggu, 03 Februari 2013

Arti Dari Kesetiaan Part 8


Beberapa bulan setelah itu, akhirnya aku dapat bersekolah di Thailand. Aku berangkat ke Thailand bersama salah satu utusan dari sekolahku. Setelah sampai di Thailand, seperti biasa aku mengontrak lagi  L . Sedih sih, tapi mau gimana lagi.
“Zee , ini kontrakan kau”
“Bayarnya berapa pak??”
“gak usah dipikirin, bayaran kontrakan sampai kau lulus dan pulang lagi ke Indonesia gratis, karena ditanggung pemerintah”
“Makasih pak.”
“Terus biaya kuliah?”
“itu pun semuanya udah ditanggung pemerintah sampai lulus”
“makasih pak”
“Oke, bapa pamit dulu.. jaga diri kamu baik-baik”


                Hari pertama kuliah. Ternyata disanapun ada kayak ospek gitu. ah sedih aku. Seperti biasa karena aku masih anak baru, makannya aku di marah-marahin gitu. Tapi aku gak terlalu sakit hati, karena kakak-kakak yang marahin disana pake bahasa Thailand, aku kan gak terlalu ngerti, karena saat persiapan ke Thailand, aku cuman belajar bahasa inggris saja. setelah beberapa bulan disana, akhirnya ospeknya pun selesai.
                Hari demi hari aku di Universitas ini temanku masih sedikit. ya maklumlah orang-orang disini gak pada bisa b.inggris, soalnya temen-temen aku pun terbata-bata b.inggrisnya, apalagi yang lain, hehe. Aku sempat terkucilkan pula disini, karena aku yang gak bisa bahasa Thailand.
                Sejak saat itu, aku jadi mati-matian belajar bahasa Thailand, ya karena aku tak mau terkucilkanlah disini. Aku mencari dan terus mencari guru les bahasa Thailand di sini. dan akhirnya aku pun mendapatkan guru. Tapi gurunya pun gak terlalu lancar b.Inggrisnya, jadi agak susah juga komunikasinya :/ . Setelah dapet guru bahasa, masih ada kendala yang aku hadapin. “Uangnya dari mana?”. Akhirnya aku mutusin untuk ngambil uang sekolah aku.
                Beberapa bulan kemudian, akhirnya aku lancer b.Thailand. Tapi uang buat kuliah aku habis. “ah payah”, sebuah kata yang terlontar dari mulutku. Tapi gak apa-apa, yang penting aku akrab sama mahasiswa-mahasiswi di Universitas tempatku. Tapi buruknya, aku harus mencari uang untuk biaya kuliah aku.

                Setelah berpikir untuk bekerja apa. Akhirnya aku mutusin buat ngamen. Mungkin pekerjaan ini kurang layak, tapi mau gimana lagi? daripada aku harus pulang ke Indonesia dan tak membawa apa-apa, mendingan juga ngamen.


- bersambung -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar