Minggu, 03 Februari 2013

Arti Dari Kesetiaan Part 2


              Karena aku penasaran, aku bermaksud untuk sekedar melihat anak baru itu. Saat aku mengintip ke kelas 2, aku terpesona melihat wajahnya , sampai-sampai aku tak bisa berkata-kata(yah lebay banget). Ternyata kata si Agung itu bener. Aku mulai berfikir sejenak “kok bisa ya di perkampungan yang terpencil ini ada wanita secantik dia ??”. Aku pun berniat untuk mendekatinya, tapi saat langkah kakiku hendak mendekatinya, ada lelaki lain yang mendekatinya “yah keduluan aku” kata aku dalam hati. Saat aku lihat-lihat, ternyata lelaki itu tak lain dan tak bukan adalah sahabatku sendiri yaitu Agung. Karena aku lebih mentingin sahabat daripada “Cinta”, jadi aku memutuskan untuk mencoba untuk tak mencintai anak baru itu.
                Keesokan harinya, seperti biasa Agung datang untuk mengajakku pergi ke sekolah. Di perjalanan, Agung banyak cerita kepadaku tentang kedekatan dia dengan anak baru tiu.
“zee, zee, aku udah deket loh sama Nattasha”
“hah Nattasha ?? siapa tuh??”
“itu loh anak baru yang aku ceritain kemaren”
“oh selamat ya gung”


                Dengan nada senang aku mengucapkan selamat kepada Agung, padahal di dalam hatiku ada rasa sakit, tapi aku hiraukan demi sahabatku.
                Setibanya di sekolah, ya seperti biasa beres-beres, hehe. Dan lonceng pun berbunyi, waktunya belajar. Saat jam istirahat, aku melihat Agung dan Nattasha sedang berbincang-bincang. Mereka mulai cukup akrab, tapi aku lihat di wajahnya Nattasha, kelihatannya dia tidak begitu suka kepada Agung.
                Beberapa bulan kemudian, Agung memberitahukan kepadaku bahwa dia akan menembak Nattasha.
“Zee, aku mau nembak si Nattasha”
“Hah?? Yakin kau??”
“yakinlah, aku dah suka banget sama dia”
“tapi kan kau masih kecil lah”
“tak apa lah, demi cinta, hehe”
“ya udah semoga berhasil”
“tapi tolongin aku ya??”
“tolongin apaan ??”
“aku gak berani nembak langsung, jadi aku mau ngasih dia surat”
“oh, terus ngapain minta tolong ke aku ??”
“tolong kasihin suratnya lah ke Nattasha, Pliss??”
“iya deh iya”
                Saat di sekolah, aku mulai berjalan kearah Nattasha.
“Hai, aku Zee, aku temennya Agung”
“oh temennya Agung, Aku Nattasha, salam kenal ya”
“ok, aku mau ngasihin ini buat kamu”
“ini dari siapa?? Agung??”
“iya ini dari dia, ”
                Dengan rasa sedih di hatiku, aku memberikan surat itu ke Nattasha. 
- bersambung -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar