Lama kelamaan akhirnya Agung pun tau kalo aku deket sama
Nattasha. Dan al hasil Agung langsung marah-marah kepadaku.
“Zee, aku gak nyangka kau temen makan temen”
“maksudnya Gung??”
“Kau deket kan sama Nattasha??”
“enggak kok Gung”
“Udahlah ngaku aja, udah banyak yang tau kok”
“iya sih”
“trus knpa kau tak bilang pada ku??”
“aku takut kau marah lah, kau kan masih suka sama Nattasha”
“justru kalau kau tak bilang padaku, aku akan lebih marah”
“ya udah maaf”
“gak ada kata maaf, pokonya persahabatan kita udah aja sampai
sini”
Agung
langsung pergi meninggalkanku. Sejak saat itu, persahabatan aku dan Agung pun
jadi hancur.Setiap berangkat sekolah, Agung sudah tak mau bareng lagi sama aku,
Di sekolahpun kita seperti tak saling kenal.
Akhirnya
daripada memperburuk keadaan, aku memutuskan untuk bertemu dengan Nattasha dan
membicarakan tentang kedekatan kita. Hari ini aku janjian ketemu dengan
Nattasha di danau yang waktu itu membuat aku mulai deket dengan Nattasha.
“zee, ngapain kau ngajak aku kesini??”
“enggak sih, cuman pengen jalan-jalan aja”
“iya kah?? Pasti ada hal yang pentingkan?”
“iya sih, sebenernya aku mau membahas tentang kedekatan kita”
“oh, emangnya kenapa Zee??”
“Jadi gini, aku gak mau persahabatan Aku sama Agung hancur dan
di sisi lain aku juga pengen deketlah
sama kau”
“hmm, ya udah, kita kan masih bisa temenan”
Setelah
kejadian itu, aku dan Nattasha pun jadi tidak terlalu dekat. Kami hanya
mengobrol bila perlu saja, ya seperti temen biasa lah. Walaupun dalam hatiku,
aku sayang banget sama dia.
- bersambung -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar