Minggu, 03 Februari 2013

Arti Dari Kesetiaan Part 7


Suatu ketika aku mendapatkan sebuah telpon dari seseorang.
“halo, Zee??”
“iya, ini siapa ya??”
“aku Agung , gimana kabar kau??”
“baik-baik aja, kau gimana Gung??”
“aku juga baik-baik kok”
“eh iya aku mau minta maaf soal masalah yang dulu, aku gak bermaksud buat nyakitin kau ”
“aku yang harusnya minta maaf, dulu tuh aku kayak anak kecil. Padahal itu kan hak kau, kau bebas untuk deket sama siapapun. Maafin aku ya, gara-gara aku kau jadi gak deket lagi sama Nattasha.”
“hah?? Kau tau darimana??”


“temen-temen pada bilang ke aku, katanya kau berani ngorbanin rasa cinta kau hanya demi mempertahankan persahabatan kita, sejak saat itu aku mulai menyadari kalau kau adalah sahabat sejatiku”
“oh gitu, hehe aku jadi terharu”
“eh iya, tahun sekarang kan Nattasha lulus, dia nerusin ke Thailand”
“hah?? Kenapa ke Thailand??”
“katanya ayahnya pindah kerja ke Thailand”
“oh gitu, makasih gung atas infonya”
“eh iya, kejar terus cinta sejati kau,meskipun sampai Tahiland, hehe  aku yakin kau bisa ngejar dia”
“makasih banget gung”
“oke, oke, eh iya udah dulu ya, pulsaku abis”
“oke, oke, kapan-kapan telpon lagi ya”
                Sejak dapet kabar kalau Nattasha pindah ke Tahiland, aku jadi semakin giat untuk belajar. Ya karena kalau aku bisa lulus dengan nilai yang tinggi, aku bisa nerusin sekolah ke manapun, termasuk mungkin ke Thailand. Pokoknya aku gak akan berhenti ngejar cita-citaku dan ngejar cinta sejatiku, hehe.
                  Beberapa tahun telah berlalu, akhirnya akupun lulus dari SMA ini dengan nilai yang sangat tinggi. Aku mendapatkan peringkat kedua se-Indonesia dalam masalah nilai. Dan alhasil, aku bebas untuk meneruskan sekolah kemanapun yang aku mau, ya karena biaya ditanggung oleh pemerintah, hehe. Setelah berpikir dan berpikir, maka aku memutuskan untuk bersekolah di salah satu Universitas di Thailand. Mungkin alasannya karena aku pngen ngejar cinta sejatiku, hehe.
                Setelah kelulusan, aku menghadap ke kepala sekolah. Aku hendak membicarakan tentang masalah sekolah aku nantinya.
“tok, tok, tok,,,  Assalamualaikum Pak”
“Walaikum salam, silahkan masuk”
“pak saya boleh duduk?”
“iya, iya silahkan”
“hmm pak jadi gini, aku sudah memikirkan masalah sekolah aku nantinya, dan aku mutusin buat nerusin sekolah ke Thailand ”
                Tapi sebelum Pak Kepala Sekolah menjawab, ada salah satu guruku yang memotong pembicaraan
“Apa?? Jadi kau mau nerusin ke Thailand?”
“Iya pak, emang kenapa?”
“Kan masih banyak sekolah diluar sana yang lebih baik, kenapa harus Thailand?”
“Ya karena aku rasa itu yang terbaik buat aku ”
“Ya udah terserah kau aja, yang penting kau enjoy disana”
“makasih pak”
Dan Pak Kepala sekolah pun memperbolehkannya
“ Oke, kau boleh bersekolah di Thiland.. Nanti bapak siapin semuanya”
“Makasih Pak”
- bersambung -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar