Suatu ketika aku mendapatkan sebuah telpon dari seseorang.
“halo, Zee??”
“iya, ini siapa ya??”
“aku Agung , gimana kabar kau??”
“baik-baik aja, kau gimana Gung??”
“aku juga baik-baik kok”
“eh iya aku mau minta maaf soal masalah yang dulu, aku gak
bermaksud buat nyakitin kau ”
“aku yang harusnya minta maaf, dulu tuh aku kayak anak kecil.
Padahal itu kan hak kau, kau bebas untuk deket sama siapapun. Maafin aku ya,
gara-gara aku kau jadi gak deket lagi sama Nattasha.”
“temen-temen pada bilang ke aku, katanya kau berani ngorbanin
rasa cinta kau hanya demi mempertahankan persahabatan kita, sejak saat itu aku
mulai menyadari kalau kau adalah sahabat sejatiku”
“oh gitu, hehe aku jadi terharu”
“eh iya, tahun sekarang kan Nattasha lulus, dia nerusin ke
Thailand”
“hah?? Kenapa ke Thailand??”
“katanya ayahnya pindah kerja ke Thailand”
“oh gitu, makasih gung atas infonya”
“eh iya, kejar terus cinta sejati kau,meskipun sampai
Tahiland, hehe aku yakin kau bisa ngejar
dia”
“makasih banget gung”
“oke, oke, eh iya udah dulu ya, pulsaku abis”
“oke, oke, kapan-kapan telpon lagi ya”
Sejak
dapet kabar kalau Nattasha pindah ke Tahiland, aku jadi semakin giat untuk
belajar. Ya karena kalau aku bisa lulus dengan nilai yang tinggi, aku bisa
nerusin sekolah ke manapun, termasuk mungkin ke Thailand. Pokoknya aku gak akan
berhenti ngejar cita-citaku dan ngejar cinta sejatiku, hehe.
Beberapa
tahun telah berlalu, akhirnya akupun lulus dari SMA ini dengan nilai yang
sangat tinggi. Aku mendapatkan peringkat kedua se-Indonesia dalam masalah
nilai. Dan alhasil, aku bebas untuk meneruskan sekolah kemanapun yang aku mau,
ya karena biaya ditanggung oleh pemerintah, hehe. Setelah berpikir dan berpikir,
maka aku memutuskan untuk bersekolah di salah satu Universitas di Thailand.
Mungkin alasannya karena aku pngen ngejar cinta sejatiku, hehe.
Setelah
kelulusan, aku menghadap ke kepala sekolah. Aku hendak membicarakan tentang
masalah sekolah aku nantinya.
“tok, tok, tok,,,
Assalamualaikum Pak”
“Walaikum salam, silahkan masuk”
“pak saya boleh duduk?”
“iya, iya silahkan”
“hmm pak jadi gini, aku sudah memikirkan masalah sekolah aku
nantinya, dan aku mutusin buat nerusin sekolah ke Thailand ”
Tapi sebelum
Pak Kepala Sekolah menjawab, ada salah satu guruku yang memotong pembicaraan
“Apa?? Jadi kau mau nerusin ke Thailand?”
“Iya pak, emang kenapa?”
“Kan masih banyak sekolah diluar sana yang lebih baik, kenapa
harus Thailand?”
“Ya karena aku rasa itu yang terbaik buat aku ”
“Ya udah terserah kau aja, yang penting kau enjoy disana”
“makasih pak”
Dan Pak Kepala sekolah pun
memperbolehkannya
“ Oke, kau boleh bersekolah di Thiland.. Nanti bapak siapin
semuanya”
“Makasih Pak”
- bersambung -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar