Minggu, 03 Februari 2013

Arti Dari Kesetiaan Part 10


Suatu waktu aku sedang merenungi nasib di atas sebuah jembatan. ya sambil liat-liat sungai gitu dibawahnya ,(biasa ngegalau). Aku bersedih disana dan tak tau mau ngapain lagi, karena harapan aku udah pupus. Semangat hidup aku udah gak ada lagi. Tadinya sih aku berniat mau bunuh diri dari jembatan itu, tapi aku pikir-pikir lagi serasa orang tolol gitu, cuman gara-gara ginian, sampai mau bunuh diri. Setelah sekitar 1 jam aku (ngegalau) di jembatan, ada seorang cewek yang nangis-nangis gitu dan mulai mendekat ke arah aku. Setelah lumayan dekat, akhirnya aku tau kalo dia adalah Nattasha. Nat langsung memeluk aku dan tak berhenti menangis, entah mengapa aku tak tau.
“Nat kau kenapa?”
“hiks. hiks, hiks L
“kenapa Nat? bilang ke aku”
“……. ”


                Nat masih saja belum bicara apa-apa ke aku. Kemudian aku membawa Nattasha ke salah satu tempat makan. ya supaya agak rileks gitu ngobrolnya.
“Kau kenapa? cerita dong”
“hiks, hiks, , ,jadi gini Zee, saat aku lewat ke salah satu restoran di Bangkok, aku liat pacar aku lagi sama cewek lain, aku pikir dia saudara atau apanya gitu, ternyata dia adalah ceweknya pacar aku. Sempet aku denger percakapan mereka, dan intinya pacar aku hanya manfaatin aku buat dapet uang aku, kemudian dia seneng-seneng gitu sama cewek lain L
“ya udah sabar aja, berarti dia bukan cowok yang tepat buat kau. Aku selalu ada kok buat kau”
“Makasih Zee, Dari dulu cuman kamu yang bisa ngertiin aku. Lagian aku juga gak terlalu sayang sih sama pacar aku, ya karena aku dijodohin sama orang tua aku”
“ya udah kau jangan sedih terus dong, smile J
“ :’) ”
                Setelah kejadian itu, semangat hidupku mulai ada lagi. aku jadi bergairah buat hidup, hehe. Tak lama kemudian aku lulus dari Universitas itu dengan nilai yang sempurna, dan akhirnya aku Memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Sebelum pulang, aku sempet sedih juga, karena aku harus berpisah lagi dengan Nattasha, “ya nasib”, terucap dari mulutku. Aku hendak berpamitan ke Nattasha, aku janjian di salah satu restoran.
“Nat aku mau pamitan”
“emangnya kau mau kemana Zee?”
“aku mau pulang ke Indonesia”
“hah? Aku gak mau pisah sama kau lah”
“ya mau gimana lagi, uang aku udah abis. Lagian aku juga udah lulus”
“tapi kau kan masih bisa nyari uang disini, kau kan artis”
“aku dah jarang lagi konser, sepi  job, hehe”
“Tapi aku gak mau kehilangan kau lagi”
“Kalo kita jodoh, pasti kita bakalan dipertemukan kembali kok. tenang aja”
“Ya udah hati, hati. L
                Setelah aku berpamitan, aku langsung pulang ke Indonesia. Memang aku sedih harus ninggalin Nattasha, tapi mungkin ini jalan hidup aku. Sesampainya di Indonesia, aku langsung bertemu dengan orang tua aku. Aku sangat kangen banget sama mereka, mungkin mereka juga sama ya, kangen sama aku, hehe.
                Beberapa bulan aku di Indonesia, aku langsung hendak mencari pekerjaan. Aku mendaftar di suatu perusahaan besar di daerahku, dan aku pun diterima. Aku dipercayai menjadi Staff di salah satu cabang disana. Mungkin karena kinerjaku bagus, beberapa tahun kemudian aku dipercayai menjadi Manager di perusahaan itu.
                Suatu ketika, aku mulai merasa kecapean juga, ya karena aku masih belum mempunyai sekretaris. Oleh karena itu, aku membuka lowongan bagi semua orang yang ingin menjadi sekretaris saya. Beberapa orang telah diseleksi , dan tidak ada yang cocok. dan ketika aku mulai frustasi, datanglah seorang cewek yang ngedaftar gitu, dan masuk ke ruangan aku. Awalnya sih aku males liat dia, tapi saat dia bicara, aku serasa mengenal suara itu. Kemudian aku langsung lihat wajahnya, dan ternyata itu adalah Nattasha.
 “siang pak, saya mau daftar jadi sekretaris disini”
“Nat, Nat, Nattasha? (terbata-bata)?”
“iya, kaget ya?”
“kok kau bisa ada di Indonesia? bukannya kau di Thailand?”
“aku kan mau ngejar cinta sejati aku, hehe”
“perasaan itu kata-kata aku deh dulu”
“hehe, lagian ayahku pindah kerja lagi ke Indonesia”
“oh gitu, baguslah. kau mau jadi sekretaris aku?”
“aku gak bisa nolak dong J
                hari demi hari telah dilewati, aku pun telah memantapkan hatiku hanya untuk Nattasha seorang. dan akhirnya aku meminang dia.
                Inilah cerita hidup aku, mungkin agak konyol sih. awalnya aku yang ngejar dia jauh-jauh ke Thailand, tapi akhirnya malah di Indonesia juga kita bersamanya, hehe tapi inilah cerita hidup aku dalam ngejar cinta sejatiku.
intinya “Jangan pernah berhenti ngejar apa yang kau inginkan, karena dengan usaha dan keyakinan yang tinggi, semua hal akan terwujud, termasuk yang mustahil”.    
- Selesai - 
     Tri JS      
07 - 02 - 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar