Suatu waktu aku sedang merenungi nasib di atas sebuah
jembatan. ya sambil liat-liat sungai gitu dibawahnya ,(biasa ngegalau). Aku
bersedih disana dan tak tau mau ngapain lagi, karena harapan aku udah pupus.
Semangat hidup aku udah gak ada lagi. Tadinya sih aku berniat mau bunuh diri
dari jembatan itu, tapi aku pikir-pikir lagi serasa orang tolol gitu, cuman
gara-gara ginian, sampai mau bunuh diri. Setelah sekitar 1 jam aku (ngegalau)
di jembatan, ada seorang cewek yang nangis-nangis gitu dan mulai mendekat ke
arah aku. Setelah lumayan dekat, akhirnya aku tau kalo dia adalah Nattasha. Nat
langsung memeluk aku dan tak berhenti menangis, entah mengapa aku tak tau.
“Nat kau kenapa?”
“hiks. hiks, hiks L”
“kenapa Nat? bilang ke aku”
Nat masih
saja belum bicara apa-apa ke aku. Kemudian aku membawa Nattasha ke salah satu
tempat makan. ya supaya agak rileks gitu ngobrolnya.
“Kau kenapa? cerita dong”
“hiks, hiks, , ,jadi gini Zee, saat aku lewat ke salah satu
restoran di Bangkok, aku liat pacar aku lagi sama cewek lain, aku pikir dia
saudara atau apanya gitu, ternyata dia adalah ceweknya pacar aku. Sempet aku
denger percakapan mereka, dan intinya pacar aku hanya manfaatin aku buat dapet
uang aku, kemudian dia seneng-seneng gitu sama cewek lain L”
“ya udah sabar aja, berarti dia bukan cowok yang tepat buat
kau. Aku selalu ada kok buat kau”
“Makasih Zee, Dari dulu cuman kamu yang bisa ngertiin aku.
Lagian aku juga gak terlalu sayang sih sama pacar aku, ya karena aku dijodohin
sama orang tua aku”
“ya udah kau jangan sedih terus dong, smile J”
“ :’) ”
…
Setelah
kejadian itu, semangat hidupku mulai ada lagi. aku jadi bergairah buat hidup,
hehe. Tak lama kemudian aku lulus dari Universitas itu dengan nilai yang
sempurna, dan akhirnya aku Memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Sebelum
pulang, aku sempet sedih juga, karena aku harus berpisah lagi dengan Nattasha,
“ya nasib”, terucap dari mulutku. Aku hendak berpamitan ke Nattasha, aku
janjian di salah satu restoran.
“Nat aku mau pamitan”
“emangnya kau mau kemana Zee?”
“aku mau pulang ke Indonesia”
“hah? Aku gak mau pisah sama kau lah”
“ya mau gimana lagi, uang aku udah abis. Lagian aku juga udah
lulus”
“tapi kau kan masih bisa nyari uang disini, kau kan artis”
“aku dah jarang lagi konser, sepi job, hehe”
“Tapi aku gak mau kehilangan kau lagi”
“Kalo kita jodoh, pasti kita bakalan dipertemukan kembali kok.
tenang aja”
“Ya udah hati, hati. L”
Setelah
aku berpamitan, aku langsung pulang ke Indonesia. Memang aku sedih harus
ninggalin Nattasha, tapi mungkin ini jalan hidup aku. Sesampainya di Indonesia,
aku langsung bertemu dengan orang tua aku. Aku sangat kangen banget sama
mereka, mungkin mereka juga sama ya, kangen sama aku, hehe.
Beberapa
bulan aku di Indonesia, aku langsung hendak mencari pekerjaan. Aku mendaftar di
suatu perusahaan besar di daerahku, dan aku pun diterima. Aku dipercayai
menjadi Staff di salah satu cabang disana. Mungkin karena kinerjaku bagus, beberapa
tahun kemudian aku dipercayai menjadi Manager di perusahaan itu.
Suatu
ketika, aku mulai merasa kecapean juga, ya karena aku masih belum mempunyai
sekretaris. Oleh karena itu, aku membuka lowongan bagi semua orang yang ingin
menjadi sekretaris saya. Beberapa orang telah diseleksi , dan tidak ada yang
cocok. dan ketika aku mulai frustasi, datanglah seorang cewek yang ngedaftar
gitu, dan masuk ke ruangan aku. Awalnya sih aku males liat dia, tapi saat dia
bicara, aku serasa mengenal suara itu. Kemudian aku langsung lihat wajahnya,
dan ternyata itu adalah Nattasha.
“siang pak, saya mau
daftar jadi sekretaris disini”
“Nat, Nat, Nattasha? (terbata-bata)?”
“iya, kaget ya?”
“kok kau bisa ada di Indonesia? bukannya kau di Thailand?”
“aku kan mau ngejar cinta sejati aku, hehe”
“perasaan itu kata-kata aku deh dulu”
“hehe, lagian ayahku pindah kerja lagi ke Indonesia”
“oh gitu, baguslah. kau mau jadi sekretaris aku?”
“aku gak bisa nolak dong J”
hari demi
hari telah dilewati, aku pun telah memantapkan hatiku hanya untuk Nattasha
seorang. dan akhirnya aku meminang dia.
Inilah
cerita hidup aku, mungkin agak konyol sih. awalnya aku yang ngejar dia
jauh-jauh ke Thailand, tapi akhirnya malah di Indonesia juga kita bersamanya,
hehe tapi inilah cerita hidup aku dalam ngejar cinta sejatiku.
intinya “Jangan pernah berhenti ngejar apa yang kau inginkan,
karena dengan usaha dan keyakinan yang tinggi, semua hal akan terwujud,
termasuk yang mustahil”.
- Selesai -
Tri JS
07 - 02 - 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar