Minggu, 03 Februari 2013

Arti Dari Kesetiaan Part 10


Suatu waktu aku sedang merenungi nasib di atas sebuah jembatan. ya sambil liat-liat sungai gitu dibawahnya ,(biasa ngegalau). Aku bersedih disana dan tak tau mau ngapain lagi, karena harapan aku udah pupus. Semangat hidup aku udah gak ada lagi. Tadinya sih aku berniat mau bunuh diri dari jembatan itu, tapi aku pikir-pikir lagi serasa orang tolol gitu, cuman gara-gara ginian, sampai mau bunuh diri. Setelah sekitar 1 jam aku (ngegalau) di jembatan, ada seorang cewek yang nangis-nangis gitu dan mulai mendekat ke arah aku. Setelah lumayan dekat, akhirnya aku tau kalo dia adalah Nattasha. Nat langsung memeluk aku dan tak berhenti menangis, entah mengapa aku tak tau.
“Nat kau kenapa?”
“hiks. hiks, hiks L
“kenapa Nat? bilang ke aku”
“……. ”

Arti Dari Kesetiaan Part 9


Suatu saat ketika aku lagi ngamen, ada seorang produser rekaman disana yang liat aku. Mungkin dia tertarik dengan suara aku, dia langsung ngedeketin aku gitu, dan ngajak ngobrol, tentunya dalam bahasa Thailand.
“Suara kau lumayan bagus”
“thanks”
“kenapa ngamen?”
“abis aku gak punya uang”
“mau rekaman ?”
“hah? seriusan ?”
“iya bener, mau tak?”
“mau banget”

Arti Dari Kesetiaan Part 8


Beberapa bulan setelah itu, akhirnya aku dapat bersekolah di Thailand. Aku berangkat ke Thailand bersama salah satu utusan dari sekolahku. Setelah sampai di Thailand, seperti biasa aku mengontrak lagi  L . Sedih sih, tapi mau gimana lagi.
“Zee , ini kontrakan kau”
“Bayarnya berapa pak??”
“gak usah dipikirin, bayaran kontrakan sampai kau lulus dan pulang lagi ke Indonesia gratis, karena ditanggung pemerintah”
“Makasih pak.”
“Terus biaya kuliah?”
“itu pun semuanya udah ditanggung pemerintah sampai lulus”
“makasih pak”
“Oke, bapa pamit dulu.. jaga diri kamu baik-baik”

Arti Dari Kesetiaan Part 7


Suatu ketika aku mendapatkan sebuah telpon dari seseorang.
“halo, Zee??”
“iya, ini siapa ya??”
“aku Agung , gimana kabar kau??”
“baik-baik aja, kau gimana Gung??”
“aku juga baik-baik kok”
“eh iya aku mau minta maaf soal masalah yang dulu, aku gak bermaksud buat nyakitin kau ”
“aku yang harusnya minta maaf, dulu tuh aku kayak anak kecil. Padahal itu kan hak kau, kau bebas untuk deket sama siapapun. Maafin aku ya, gara-gara aku kau jadi gak deket lagi sama Nattasha.”
“hah?? Kau tau darimana??”

Arti Dari Kesetiaan Part 6


Saat hari pertama sekolah, aku merasa canggung terhadap teman-teman yang ada di sekolahku. Maklumlah, aku kan pindahan dari kampung, makannya aku kurang tau caranya berteman di Jakarta itu. Biasalah di hari pertama sekolah paling cuman ospek doang. Setelah hari pertama terlewati, aku masih belum mendapatkan teman. Ya aku bingunglah gimana cara dapet teman disini.
                Beberapa hari kemudian, aku pun bisa mendapatkan teman, ya walaupun cuman satu, yang penting aku dapet temen. Temen aku itu namanya Sansan. Aku bisa berteman sama dia karena kebetulan saat dia mau ketabrak mobil, aku nolongin dia. Aku seneng sih aku dapet temen, cuman aku gak sukanya tuh aku harus luka-luka karena nolongin dia. Tapi aku pikir, demi sesuatu tuh kita perlu pengorbanan.
                Beberapa bulan disana, aku mulai bisa bersosialisasi. Akhirnya aku dapet temen yang banyak dan aku pun banyak di deketin cewek-cewek disana, tapi entah mengapa, gak ada yang bisa ngebuat aku jatuh cinta. Ya mungkin karena cintaku tuh cuman buat Nattasha seorang.
                Sampai-sampai pada suatu hari, ada temen cewek aku yang ngajak aku jalan gitu, awalnya aku mau nolak, tapi karena aku ngerasa gak enak sama dia, ya udah aku mau aja. Saat di tengah-tengah perjalan, dia memberhentikan langkah dan memulai pembicaraan

Arti Dari Kesetiaan Part 5


Beberapa bulan kemudian, diumumkanlah kelulusan kelas 3 di sekolahku. Dan aku sangat bersyukur karena aku dapet juara umum di sekolahku. Oleh karena itu, aku pun mendapatkan beasiswa untuk meneruskan sekolah ke SMA favorit di Jakarta, tapi aku harus seleksi dulu untuk masuk kesana.
                Tibalah di hari seleksi itu, aku sudah belajar dengan sungguh-sungguh, jadi aku tinggal berdoa aja supaya aku bisa keterima. Saat aku melihat soal-soal seleksi itu, aku kira aku tak sanggup mengerjakannya. Pelajaran di kampungku dan di Jakarta sangat jauh berbeda, mungkin karena ini Ibukota Negara, jadi persaingan pun semakin ketat. Ya alhasil diciptakanlah kumpulan-kumpulan soal yang sulit, hehehe.
                Dan akhirnya aku pun selesai mengerjakan soal-soal seleksi dengan susah payahnya. Hatiku pun tak tenang, detak jantungku semakin tak menentu. Ya wajar saja, ini kan yang menentukan masuk tidaknya aku ke sekolah favorit ini.
                Setelah diumumkan ternyata aku masuk ke sekolah ini, meskipun nilai ku bisa dibilang pas-pasan, tapi aku sangat bersyukur karena bisa diterima.

Arti Dari Kesetiaan Part 4


Lama kelamaan akhirnya Agung pun tau kalo aku deket sama Nattasha. Dan al hasil Agung langsung marah-marah kepadaku.
“Zee, aku gak nyangka kau temen makan temen”
“maksudnya Gung??”   
“Kau deket kan sama Nattasha??”
“enggak kok Gung”
“Udahlah ngaku aja, udah banyak yang tau kok”
“iya sih”
“trus knpa kau tak bilang pada ku??”
“aku takut kau marah lah, kau kan masih suka sama Nattasha”
“justru kalau kau tak bilang padaku, aku akan lebih marah”
“ya udah maaf”
“gak ada kata maaf, pokonya persahabatan kita udah aja sampai sini”
“Gung plis gung dengerin penjelasan aku”

Arti Dari Kesetiaan Part 3


Beberapa hari kemudian, Agung datang kepadaku dengan wajahnya yang tampak sedih.
“Zee, aku ditolak, hiks, hiks, hiks”
“apa??? Sabar aja ya gung. Emangnya kenapa??”
“katanya dia mau fokus dulu belajar”
“oh ya udah, kan kalian masih bisa bertemankan??”
“tidaklah Zee, saat aku nembak dia, aku bilang ke dia, kalo kamu nolak aku, aku bakalan gak mau deket     sama dia lagi, dan dia pun nolak aku,, hiks, hiks, hiks”
“ah salah kau juga sih, wanita kan masih banyak”
“iya sih, tapi cuman dia yang cantik”
“udah , udah”

Arti Dari Kesetiaan Part 2


              Karena aku penasaran, aku bermaksud untuk sekedar melihat anak baru itu. Saat aku mengintip ke kelas 2, aku terpesona melihat wajahnya , sampai-sampai aku tak bisa berkata-kata(yah lebay banget). Ternyata kata si Agung itu bener. Aku mulai berfikir sejenak “kok bisa ya di perkampungan yang terpencil ini ada wanita secantik dia ??”. Aku pun berniat untuk mendekatinya, tapi saat langkah kakiku hendak mendekatinya, ada lelaki lain yang mendekatinya “yah keduluan aku” kata aku dalam hati. Saat aku lihat-lihat, ternyata lelaki itu tak lain dan tak bukan adalah sahabatku sendiri yaitu Agung. Karena aku lebih mentingin sahabat daripada “Cinta”, jadi aku memutuskan untuk mencoba untuk tak mencintai anak baru itu.
                Keesokan harinya, seperti biasa Agung datang untuk mengajakku pergi ke sekolah. Di perjalanan, Agung banyak cerita kepadaku tentang kedekatan dia dengan anak baru tiu.
“zee, zee, aku udah deket loh sama Nattasha”
“hah Nattasha ?? siapa tuh??”
“itu loh anak baru yang aku ceritain kemaren”
“oh selamat ya gung”

Arti Dari Kesetiaan Part 1

Zee!! Teriak seseorang dari luar rumahku. Ternyata dia adalah teman sekolahku yang bernama Agung.
“Zee kau mau sekolah tak ??”
“Iya gung bentar dulu, lagi siap-siap nih (teriak Zee dari dalam rumah)”
                Tak lama kemudian Zee pun keluar dari rumah.
“Ayo gung kita pergi”
“ayo, ayo, tapi kau tak pakai sepatu kah??”
“aduh aku lupa, sory sory,, hehe”