Zee!! Teriak seseorang dari luar rumahku.
Ternyata dia adalah teman sekolahku yang bernama Agung.
“Zee kau mau sekolah tak ??”
“Iya gung bentar dulu, lagi siap-siap nih (teriak Zee dari
dalam rumah)”
Tak lama
kemudian Zee pun keluar dari rumah.
“Ayo gung kita pergi”
“ayo, ayo, tapi kau tak pakai sepatu kah??”
Kamipun
pergi ke sekolah. Karena rumah kami di perkampungan yang terpencil, kami harus
melewati jalanan-jalanan yang sulit. Mulai dari menyusuri sungai, melewati
tebing-tebing yang curam, melewati hutan belantara, dan banyak lagi rintangan
yang harus kami lewati. Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya kamipun sampai di
sekolah.
Di
sekolah, kami tak bisa langsung belajar, karena kami harus terlebih dahulu
membereskan daun-daun yang berjatuhan, maklumlah disekeliling sekolahku banyak
pepohonan. Lonceng pun berbunyi, dan kamipun bersiap untuk belajar.
Seperti
biasa, aku dan teman-teman di sekolahku selalu belajar dengan sungguh-sungguh,
karena walaupun kami hidup di perkampungan yang terpencil, tapi kami mempunyai
cita-cita yang tinggi. Eh iya, sekarang waktunya pelajaran matematika, aku
sangat suka matematika, ya boleh dibilang aku penggila matematika lah, hehe.
Aku terkenal sebagai orang yang baik dan pandai, oleh karena itu aku memiliki
banyak teman.
Tibalah
waktu istirahat. Agung dengan tampak gembiranya datang ke arahku dan membisikan
sesuatu.
“zee, ada anak baru di kelas 2 SMP”
“oh, emangnya kenapa ?”
“dia cantik banget zee, artis Indonesia aja lewat”
“aku gak mau ngurusin yang gituan ah, aku mau fokus belajar”
“ah kau mah”
Agung
pun pergi meninggalkanku. Eh iya saat
itu aku duduk di kelas 3 SMP.
- bersambung -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar